Sekolah Lapang Budidaya Melon Pertemuan Ke-5: Fokus Praktik Perawatan Intensif di Greenhouse
Berita
admin 30 Sep 2026
24

Sekolah Lapang Budidaya Melon Pertemuan Ke-5: Fokus Praktik Perawatan Intensif di Greenhouse

Kegiatan Sekolah Lapang Budidaya Melon yang difasilitasi oleh Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (Dispaperkan) Kabupaten Wonosobo kini telah memasuki pertemuan kelima. Berlangsung pada Rabu (30/9/2026), kegiatan ini berfokus pada pemantapan materi pemeliharaan serta praktik langsung perawatan lanjutan di dalam greenhouse.Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi review atau ulasan kembali terhadap materi pemeliharaan tanaman yang telah diajarkan pada pertemuan sebelumnya. Sesi evaluasi ini menjadi langkah penting untuk mengukur sejauh mana daya serap petani, sekaligus memastikan pemahaman seluruh peserta berjalan optimal sebelum melangkah ke tahap perawatan yang lebih teknis.Setelah sesi ulasan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik teknis perawatan lanjutan di dalam greenhouse. Pada tahap ini, para peserta diajak untuk mempraktikkan tiga langkah penting dalam pemeliharaan tanaman melon, antara lain:Pemasangan Tali Rambatan: Dilakukan untuk menopang dan mengarahkan pertumbuhan tanaman agar tegak lurus, sehingga pencahayaan dan sirkulasi udara di sekitar tanaman menjadi lebih maksimal.Perempelan Tunas Air: Pemangkasan tunas atau cabang yang tidak produktif ini bertujuan agar distribusi unsur hara dan nutrisi tanaman tidak terbuang sia-sia, melainkan difokuskan secara penuh pada pembentukan dan pembesaran buah.Penyemprotan Insektisida: Dilakukan sebagai langkah preventif dan responsif dalam pengendalian hama maupun penyakit yang berpotensi merusak tanaman dan menurunkan kualitas buah.Melalui sesi pendampingan dan praktik langsung ini, para peserta diharapkan semakin terampil dan mandiri dalam mengelola perawatan tanaman melon secara intensif. Dengan penerapan standar operasional prosedur (SOP) pertanian yang tepat, hasil panen melon di Kabupaten Wonosobo ke depannya ditargetkan memiliki kualitas dan daya saing yang unggul, sehingga mampu mendorong peningkatan ekonomi para petani.

Sinergi PPL, POPT, dan Petani: Kendalikan Hama Wereng Coklat di Poktan Sri Redjeki Wonokerto
Berita
admin 25 Sep 2026
24

Sinergi PPL, POPT, dan Petani: Kendalikan Hama Wereng Coklat di Poktan Sri Redjeki Wonokerto

Sinergi PPL, POPT, dan Petani: Kendalikan Hama Wereng Coklat di Poktan Sri Redjeki WonokertoWONOSOBO – Sebagai langkah antisipatif dan penanganan responsif terhadap ancaman serangan hama wereng coklat pada tanaman padi, telah dilaksanakan kegiatan pengendalian hama terpadu di area lahan Kelompok Tani (Poktan) Sri Redjeki, Desa Wonokerto, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, pada Jumat (25/9/2026).Kegiatan turun lapang ini merupakan bentuk sinergi nyata yang dilaksanakan bersama oleh jajaran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta Kepala Desa Wonokerto. Aksi ini turut melibatkan partisipasi aktif dari para anggota kelompok tani dan masyarakat setempat.Fokus utama dalam kegiatan ini meliputi beberapa langkah strategis, di antaranya:Pengamatan Kondisi Pertanaman: Melakukan pengecekan langsung ke petak-petak sawah untuk melihat kondisi fisik dan kesehatan tanaman padi secara menyeluruh.Identifikasi Hama: Melakukan penelusuran dan identifikasi tingkat populasi keberadaan hama wereng coklat di area pertanaman.Edukasi Pengendalian: PPL dan POPT memberikan penyuluhan serta pemahaman teknis kepada petani terkait langkah-langkah pengendalian hama yang tepat, efektif, dan tetap mengedepankan prinsip ramah lingkungan.Di samping itu, para petani juga diberikan penekanan mengenai pentingnya melakukan pengamatan lahan (monitoring) secara rutin dan berkala. Upaya deteksi dini ini sangat krusial agar setiap gejala serangan hama dapat segera diketahui dan ditangani sebelum meluas dan menyebabkan kerugian gagal panen.Kehadiran petugas di lapangan disambut dengan antusiasme yang tinggi oleh warga dan anggota Poktan Sri Redjeki. Tingkat partisipasi aktif dari masyarakat menunjukkan tingginya kepedulian dan kesadaran kolektif dalam menjaga kesehatan tanaman serta mengamankan keberlanjutan produksi padi di wilayah mereka.Melalui kolaborasi yang solid antara petani, PPL, POPT, dan pemerintah desa setempat, diharapkan upaya pengendalian hama wereng coklat ini dapat berjalan semakin efektif. Dengan demikian, kualitas pertanaman padi di Desa Wonokerto dapat terus terjaga, tumbuh produktif, dan mampu berkontribusi secara nyata dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

Pemkab Wonosobo Peringati Hari Tani Nasional 2026: Bupati Dorong Kolaborasi dan Regenerasi Petani Muda
Berita
admin 24 Sep 2026
5

Pemkab Wonosobo Peringati Hari Tani Nasional 2026: Bupati Dorong Kolaborasi dan Regenerasi Petani Muda

Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (Dispaperkan) Kabupaten Wonosobo telah menyelenggarakan acara Peringatan Hari Tani Nasional Tahun 2026 pada hari Kamis, 24 September 2026. Kegiatan ini merupakan momentum penting untuk memberikan penghargaan kepada seluruh petani dan insan pertanian yang selama ini telah berkontribusi besar bagi kehidupan masyarakat.Dalam acara tersebut, Kepala Dispaperkan Kabupaten Wonosobo, Ir. Dwiyama Satyani Budyayu, M.Si., hadir mewakili dan membacakan sambutan tertulis Bupati Wonosobo, H. Afif Nurhidayat, S.Ag.. Melalui sambutan yang dibacakan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh petani, peternak, pekebun, penyuluh pertanian, dan kelompok tani. Bupati menekankan bahwa di tengah berbagai perubahan dan tantangan, para petani terus bekerja untuk menyediakan sumber-sumber pangan bagi keluarga dan masyarakat.Sektor pertanian dinilai memiliki posisi yang sangat penting karena sejalan dengan Tema RKPD Kabupaten Wonosobo Tahun 2026, yakni "Penguatan Tata Kelola Ekosistem Agrobisnis dan Pariwisata Sebagai Landasan Menuju Wonosobo Yang Sejahtera, Adil dan Makmur". Selain menjadi sumber pangan, pertanian juga menjadi sumber pendapatan masyarakat dan membuka peluang ekonomi di wilayah pedesaan.Meski demikian, pembangunan sektor pertanian tidak lepas dari berbagai tantangan yang perlu dihadapi bersama, di antaranya:Dampak dari perubahan iklim serta fluktuasi harga hasil pertanian.Perkembangan teknologi dan ketersediaan sarana produksi.Lambatnya regenerasi petani serta kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah hasil pertanian.Menyikapi persoalan tersebut, pembangunan pertanian tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri, melainkan memerlukan kolaborasi antara pemerintah, petani, penyuluh, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga keuangan, serta masyarakat luas. Pemerintah Kabupaten Wonosobo berkomitmen untuk terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui peningkatan kapasitas SDM, pemanfaatan teknologi, pengembangan infrastruktur, dan hilirisasi produk.Lebih lanjut, Bupati berpesan agar generasi muda diberikan ruang yang lebih besar untuk terlibat dalam sektor ini. Pertanian harus dipandang sebagai sektor masa depan yang mampu memberikan peluang usaha produktif apabila dikelola dengan inovasi, teknologi, dan manajemen yang baik.Peringatan Hari Tani Nasional tahun ini mengangkat tema "Perjuangan Hak Atas Tanah dan Air untuk Kesejahteraan Petani, Wujudkan Reforma Agraria Sejati". Melalui tema ini, diharapkan peringatan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam, meningkatkan ketahanan pangan daerah, dan membangun pertanian yang berdaya saing."Selamat Hari Tani Nasional Tahun 2026. Mari kita hormati perjuangan petani, kuatkan sektor pertanian, dan bersama-sama wujudkan petani yang sejahtera serta pertanian daerah yang maju dan berkelanjutan," tutup Kepala Dispaperkan mengakhiri pembacaan pesan Bupati Wonosobo.

Informasi Berkala
admin 03 Mar 2026
5

Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Penetapan Tahun Anggaran 2026

Perjalanan mengelola dan mempertanggungjawabkan keuangan sektor pangan, pertanian, dan perikanan tentu memerlukan landasan transparansi yang jujur, terukur, dan terbuka untuk publik. Di Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, kami memandang akuntabilitas bukan sekadar kewajiban laporan administratif tahunan, melainkan bentuk pertanggungjawaban moral dan bentuk nyata pelayanan kepada seluruh masyarakat.Sepanjang tahun 2026, berbagai alokasi anggaran, kebijakan, serta program strategis telah kami optimalkan untuk mendampingi para petani, pelaku perikanan, serta memperkuat ketahanan pangan di daerah kita. Seluruh catatan pengelolaan keuangan tersebut kini kami sajikan secara transparan melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Penetapan.Melalui dokumen ini, masyarakat dan para pemangku kepentingan dapat menelaah secara transparan mengenai:Ikhtisar Alokasi & Rencana Keuangan: Uraian objektif mengenai rincian target pendapatan daerah serta alokasi penyerapan belanja yang telah direncanakan untuk diupayakan selama tahun 2026.Pengelolaan Sumber Daya & Program: Bentuk akuntabilitas perencanaan penggunaan anggaran publik beserta arah program kegiatan agar senantiasa berdaya guna secara efektif dan efisien.Refleksi & Proyeksi Pelaksanaan: Penjelasan menyeluruh atas berbagai target sasaran, prioritas kegiatan, serta kerangka acuan yang menjadi pijakan penting dalam mengawal mutu pembangunan sektor pangan dan pertanian sepanjang tahun berjalan.Kami menyadari bahwa setiap kemajuan dan tata kelola yang baik merupakan hasil dari kolaborasi erat antara pemerintah, mitra kerja, dan seluruh warga Wonosobo. Mari terus bersama-sama mengawal dan memberi masukan demi kemajuan sektor pangan dan pertanian kita.👉 Silakan unduh dokumen lengkap DPA Penetapan Tahun Anggaran 2026 melalui tautan di bawah ini:UNDUH DPA PENETAPAN 2026

Informasi Berkala
admin 03 Mar 2026
5

CALK Tahun Anggaran 2025

Perjalanan mengelola dan mempertanggungjawabkan keuangan sektor pangan, pertanian, dan perikanan tentu memerlukan landasan transparansi yang jujur, terukur, dan terbuka untuk publik. Di Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, kami memandang akuntabilitas bukan sekadar kewajiban laporan administratif tahunan, melainkan bentuk pertanggungjawaban moral dan bentuk nyata pelayanan kepada seluruh masyarakat.Sepanjang tahun 2025, berbagai alokasi anggaran, kebijakan, serta program strategis telah kami optimalkan untuk mendampingi para petani, pelaku perikanan, serta memperkuat ketahanan pangan di daerah kita. Seluruh catatan pengelolaan keuangan tersebut kini kami sajikan secara transparan melalui Catatan atas Laporan Keuangan (CALK).Melalui dokumen ini, masyarakat dan para pemangku kepentingan dapat menelaah secara transparan mengenai:Ikhtisar Realisasi Kinerja Keuangan: Uraian objektif mengenai tingkat pencapaian target pendapatan daerah serta penyerapan belanja yang telah diupayakan selama tahun 2025.Pengelolaan Sumber Daya & Aset: Bentuk akuntabilitas penggunaan anggaran publik beserta posisi neraca aset daerah agar senantiasa berdaya guna secara efektif dan efisien.Refleksi & Catatan Pengelolaan: Penjelasan menyeluruh atas berbagai dinamika, hambatan di lapangan, serta solusi taktis yang menjadi pijakan penting dalam merancang perbaikan mutu pengelolaan keuangan selanjutnya.Kami menyadari bahwa setiap kemajuan dan tata kelola yang baik merupakan hasil dari kolaborasi erat antara pemerintah, mitra kerja, dan seluruh warga Wonosobo. Mari terus bersama-sama mengawal dan memberi masukan demi kemajuan sektor pangan dan pertanian kita.👉 Silakan unduh dokumen lengkap Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) Tahun Anggaran 2025 melalui tautan di bawah ini:UNDUH

Informasi Setiap Saat
admin 03 Mar 2026
6

LKJIP Tahun 2025

Perjalanan membangun sektor pangan, pertanian, dan perikanan yang tangguh tentu memerlukan landasan evaluasi yang jujur, terukur, dan terbuka untuk publik. Di Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, kami memandang akuntabilitas bukan sekadar kewajiban laporan akhir tahun, melainkan bentuk pertanggungjawaban moral kepada seluruh masyarakat.Sepanjang tahun 2025, berbagai ikhtiar, kebijakan, serta program strategis telah kami curahkan untuk mendampingi para petani, pelaku perikanan, dan memperkuat ketahanan pangan di daerah kita. Seluruh catatan ikhtiar tersebut kini kami sajikan secara transparan melalui Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKJIP).Melalui dokumen ini, masyarakat dan para pemangku kepentingan dapat menelaah secara transparan mengenai:Realisasi Sasaran Kerja: Uraian objektif mengenai tingkat pencapaian program dan target strategis yang telah diupayakan selama tahun 2025.Pengelolaan Sumber Daya: Bentuk akuntabilitas penggunaan anggaran publik agar senantiasa berdaya guna secara efektif dan efisien.Refleksi & Prospek Kedepan: Catatan atas berbagai dinamika serta tantangan di lapangan yang menjadi pijakan penting dalam merancang perbaikan mutu pelayanan publik selanjutnya.Kami menyadari bahwa setiap kemajuan yang tercapai merupakan hasil dari kolaborasi erat antara pemerintah, mitra kerja, dan seluruh warga Wonosobo. Mari terus bersama-sama mengawal dan memberi masukan demi kemajuan sektor pangan dan pertanian kita.👉 Silakan unduh dokumen lengkap LKJIP Tahun 2025 melalui tautan di bawah ini:UNDUH

Informasi Setiap Saat
admin 03 Mar 2026
3

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2025–2029

Sebagai bentuk keterbukaan informasi publik serta upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan daerah, Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo telah menyusun Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2025–2029.Dokumen ini memuat arah kebijakan, sasaran strategis, program, serta target kinerja lima tahunan yang akan dilaksanakan dalam rangka mendukung pembangunan sektor pangan, pertanian, dan perikanan di Kabupaten Wonosobo.Kami mengundang seluruh pemangku kepentingan, masyarakat, akademisi, maupun pihak terkait lainnya untuk membaca dan memanfaatkan dokumen ini sebagai bahan informasi, koordinasi, maupun masukan.👉 Silakan unduh dokumen Rencana Strategis Tahun 2025–2029 melalui tautan di bawah ini:UNDUH

Informasi Setiap Saat
admin 03 Mar 2026
2

Renja Perubahan Tahun 2026

Sebagai bentuk keterbukaan informasi publik serta upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan daerah, Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo telah menyusun Rencana Kerja Perubahan (Renja Perubahan) Tahun 2026.Dokumen ini memuat penyesuaian arah kebijakan, program, kegiatan, serta target kinerja yang akan dilaksanakan pada tahun 2026 dalam rangka mendukung pembangunan sektor pangan, pertanian, dan perikanan di Kabupaten Wonosobo.Kami mengundang seluruh pemangku kepentingan, masyarakat, akademisi, maupun pihak terkait lainnya untuk membaca dan memanfaatkan dokumen ini sebagai bahan informasi, koordinasi, maupun masukan.👉 Silakan unduh dokumen Renja Perubahan Tahun 2026 melalui tautan di bawah ini:UNDUH

Informasi Setiap Saat
admin 03 Mar 2026
6

Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027

Sebagai bentuk keterbukaan informasi publik serta upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan daerah, Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo telah menyusun Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027.Dokumen ini memuat arah kebijakan, program, kegiatan, serta target kinerja yang akan dilaksanakan pada tahun 2027 dalam rangka mendukung pembangunan sektor pangan, pertanian, dan perikanan di Kabupaten Wonosobo.Kami mengundang seluruh pemangku kepentingan, masyarakat, akademisi, maupun pihak terkait lainnya untuk membaca dan memanfaatkan dokumen ini sebagai bahan informasi, koordinasi, maupun masukan.👉 Silakan unduh dokumen Rencana Kerja Tahun 2027 melalui tautan di bawah ini:UNDUH