Sekolah Lapang Budidaya Melon Pertemuan Ke-5: Fokus Praktik Perawatan Intensif di Greenhouse
Kegiatan Sekolah Lapang Budidaya Melon yang difasilitasi oleh Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (Dispaperkan) Kabupaten Wonosobo kini telah memasuki pertemuan kelima. Berlangsung pada Rabu (30/9/2026), kegiatan ini berfokus pada pemantapan materi pemeliharaan serta praktik langsung perawatan lanjutan di dalam greenhouse.Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi review atau ulasan kembali terhadap materi pemeliharaan tanaman yang telah diajarkan pada pertemuan sebelumnya. Sesi evaluasi ini menjadi langkah penting untuk mengukur sejauh mana daya serap petani, sekaligus memastikan pemahaman seluruh peserta berjalan optimal sebelum melangkah ke tahap perawatan yang lebih teknis.Setelah sesi ulasan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik teknis perawatan lanjutan di dalam greenhouse. Pada tahap ini, para peserta diajak untuk mempraktikkan tiga langkah penting dalam pemeliharaan tanaman melon, antara lain:Pemasangan Tali Rambatan: Dilakukan untuk menopang dan mengarahkan pertumbuhan tanaman agar tegak lurus, sehingga pencahayaan dan sirkulasi udara di sekitar tanaman menjadi lebih maksimal.Perempelan Tunas Air: Pemangkasan tunas atau cabang yang tidak produktif ini bertujuan agar distribusi unsur hara dan nutrisi tanaman tidak terbuang sia-sia, melainkan difokuskan secara penuh pada pembentukan dan pembesaran buah.Penyemprotan Insektisida: Dilakukan sebagai langkah preventif dan responsif dalam pengendalian hama maupun penyakit yang berpotensi merusak tanaman dan menurunkan kualitas buah.Melalui sesi pendampingan dan praktik langsung ini, para peserta diharapkan semakin terampil dan mandiri dalam mengelola perawatan tanaman melon secara intensif. Dengan penerapan standar operasional prosedur (SOP) pertanian yang tepat, hasil panen melon di Kabupaten Wonosobo ke depannya ditargetkan memiliki kualitas dan daya saing yang unggul, sehingga mampu mendorong peningkatan ekonomi para petani.