IRIGASI PERPOMPAAN DESA KALIDADAP
Informasi Setiap Saat
admin 04 Nov 2024
87

IRIGASI PERPOMPAAN DESA KALIDADAP

Komitmen Pemerintah untuk menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan nasional telah termaktub dalam Agenda Pembangunan Nasional tahun 2022-2024. Program ketahanan pangan nasional dilakukan dengan memprioritaskan peningkatan ketersediaan, akses, serta kualitas konsumsi pangan. Pertanian di Wonosobo merupakan sektor yang memberikan kontribusi positif bagi perekonomian. Kabupaten Wonosobo pada tahun 2023 tercatat mengalami pertumbuhan positif dari segi perekonomian. Kontribusi terbesar PDRB menurut lapangan usaha Kabupaten Wonosobo tahun 2023 dicapai oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 28,76 % dari total PDRB. Terjadinya perubahan iklim sebagai dampak kerusakan lingkungan semakin meningkatkan ancaman bencana kekeringan dan banjir. Musim kemarau berlangsung lebih lama dengan curah hujan semakin berkurang. Irigasi mempunyai peran yang sangat penting dalam upaya peningkatan produktivitas pertanian di Indonesia. Perubahan tujuan pembangunan pertanian dari upaya peningkatan produksi untuk swasembada beras ke arah peningkatan ketahanan pangan dan tercapainya kedaulatan pangan, peningkatan pendapatan petani, serta adanya kesempatan kerja di pedesaan dan perbaikan gizi keluarga. Dalam kunjungan pada program ketersediaan akses dan konsumsi pangan berkualitas, pengelolaan air irigasi untuk pertanian di desa Kalidadap Kecamatan Wonosobo, Kepala Dispaperkan menyampaikan harapannya agar program tersebut dapat berjalan dengan maksimal.

Panen Perdana Ubi Jalar Varietas BNZ2
Informasi Setiap Saat
admin 20 Oct 2024
89

Panen Perdana Ubi Jalar Varietas BNZ2

Tanaman ubi jalar merupakan salah satu jenis tanaman unggulan di Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo,yang secara geografis tanaman ubi jalar sangat cocok untuk dibudidayakan oleh petani. Pengembangan budidaya ubi jalar secara intensif telah dilaksanakan oleh kelompok tani Gangsar Desa Surengede Kecamatan Kertek, bahkan sejak tahun 2019 Kelompok Tani Gangsar sudah melakukan kemitraan dengan PT Indowooyang yang berdomisili di Cirebon.Pada awalnya kemitraaan Kelompok Tani Gangsar hanya dilakukan dengan petani di wilayah Desa Surengede dan sekitarnya saja, tetapi kemitraan ini terus berkembang. Saat ini kemitraan ubi jalar tidak hanya di wilayah Kecamatan Kertek saja, tetapi juga sudah meluas ke kecamatan lain di Kabupaten Wonosobo seperti Kecamatan Selomerto, Wonosobo, Sapuran dan Kalibawang. Kemitraan antara kelompok tani dan petani diikat dalam Kontrak Kerjasama dan dalam pelaksanaanya petani melakukan budidaya sesuai dengan SOP Budidaya dari perusahaan. Saat ini rata-rata penanaman ubi jalar kemitraan 1,5 – 2 ha / bulan, sementara target tanam perusahaan adalah 5 ha / bulan. Varietas ubi jalar yang diusahakan saat ini adalah jenis Ubi Madu dan Ace Putih. Dalam pelaksanaan kemitraan budidaya ubi jalar terdapat beberapa kendala antara lain keterbatasan lahan, keterbatasan tenaga kerja, semakin mahalnya saprodi, perubahan cuaca serta masalah hama dan penyakit tanaman. Hama dan penyakit yang menonjol pada tanaman ubi jalar yaitu hama boleng, kumbang daun, dan fusarium. Penyakit fusarium merupakan penyakit yang sangat mengganggu dan merusak bahkan bisa menyebabkan keruskan panen hingga 30 %. Sebagai antisipasi gangguan Fusarium selain pengendalian penyakit secara terpadu, saat ini dari pihak perusahaan juga sudah mengeluarkan jenis/varietas baru sebagai antisipasi. Varietas baru ini (BNZ2), saat ini masih taraf ujicoba di beberapa lokasi penanaman diantaranya di Desa Surengede dan sekitarnya. Produktifitas tanaman ubi jalar dengan sistem kemitraan relatif cukup tinggi, rata-rata produktifitas saat ini 18-20 ton / hektar sementara potensi produktifitas bisa mencapai 25 -30 ton / hektar. Dengan perbaikan sistem budidaya dan teknologi yang maju diharapakan produktifitas ubi jalar masih bisa ditingkatkan mendekati potensinya.